Kamis, 09 Desember 2021

Keinginan + Kepuasan = Ekstasi

Waktu kecil, aku pikir menjadi bahagia itu sederhana saja. Selama aku mendapatkan apa yang aku inginkan, hidupku akan bahagia. Nyatanya tidak demikian.

Keinginan ibarat ekstasi yang membuat tubuh kita meminta lebih banyak dan menjanjikan kepuasan yang lebih besar. Namun, yang kita dapatkan hanyalah tubuh yang rusak dan seujung kepuasan imajiner.

Sekarang aku sadar. Tak semua lapar bisa dikenyangkan dengan makan. Tak semua dahaga bisa ditandaskan dengan minum. Tak semuamiskin bisa dituntaskan dengan uang. Tak semua kosong bisa diisi dengan benda. Tak semua sunyi bisa dimeriahkan dengan bunyi. Tak semua penderitaan bisa diakhiri dengan kesenangan. Dan, tak semua keinginan bisa dipuaskan dengan kemenangan. Sering kali yang kita butuhkan hanyalah merasa cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa aku tak secantik mereka?

Kenapa aku ngga secantik mereka? Kadang, aku benci mengakui bahwa aku iri pada perempuan-perempuan yang cantiknya ampun-ampunan. Benci kar...