Hubungan yang dilandasi rasa takut hanya akan melahirkan ketakutan-ktakutan yang baru. Jadilah kita melihat orang-orang yang takut bertanya, takut salah,takut dibilang jelek, takut berkata jujur, bahkan takut untuk sekadar mengakui perasaannya sendiri. Penerimaan dan penilaian orang lain seperti menjadi hantu yang mengejar-ngejarnya. Jauh di dalam hatinya, ia lelah berlari. Sesekali ia menyendiri, membuka topengnya, dan menangis sejadi-jadinya. Namun, ia terlalu takut bahkan sekadar untuk menjadi manusia biasa sekalipun. Di titik ini, rasanya kita merasa berhak menyalahkan orangtua atas hidup kita yang tak kunjung mencapai kepuasan. Namun, coba kita pikir-pikir lagi, apakah itu salah mereka? Hidup tak pernah hitam putih. Agaknya, orangtua juga korban dari tuntutan tak kasat mata, yang tidak realistis, terhadap dirinya. Setelah menjadi orangtua, aku memahami bagaimana rasanya.
Menjadi orangtua di zaman modern artinya siap berhadapan dengan berbagai ketakutan. Takut miskin, takut gagal, takut kesepian, dan ketakutanketakutan irasional. Ketakutan melahirkan tuntuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar